Percepat Pembangunan Ruas Tol Sicincin – Bukittinggi, Gubernur Sumbar Minta Dukungan Semua Pihak

Pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam upaya mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya proyek strategis ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kualitas hidup. Dalam rapat yang diadakan di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumbar, para pemangku kepentingan berkumpul untuk membahas langkah-langkah lanjutan yang diperlukan dalam proses pembangunan tol ini.
Percepatan Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat semakin serius dalam mempercepat pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang, khususnya pada ruas Bukittinggi-Padang Panjang-Sicincin. Rapat awal yang diadakan pada tanggal 9 April 2026 ini dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait termasuk Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, serta beberapa perwakilan dari DPR RI dan Kementerian PUPR.
Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak dalam mempercepat proyek yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Ia menjelaskan bahwa keberadaan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian masyarakat.
Dukungan untuk Proyek Strategis Nasional
Dalam sambutannya, Mahyeldi menyatakan, “Mengingat ini adalah Proyek Strategis Nasional, dukungan dari semua elemen masyarakat sangatlah penting. Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah, tetapi juga demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.”
Pembangunan ruas tol Sicincin-Padang Panjang-Bukittinggi sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2024. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi momentum yang sangat berarti untuk menyamakan langkah dan mencari solusi atas berbagai kendala yang mungkin dihadapi di lapangan.
Tantangan dan Solusi dalam Proyek
Gubernur Mahyeldi mengingatkan bahwa setiap proyek tentu memiliki tantangan. Namun, dengan kolaborasi yang baik dan komunikasi yang terjalin, diharapkan setiap persoalan dapat diatasi. “Dengan kebersamaan, insya Allah kita bisa menemukan jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor agar pembangunan proyek ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. “Kehadiran tol ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yang merupakan harapan kita bersama,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota berkomitmen untuk terus mendukung penyelesaian proyek ini. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, juga menekankan bahwa kolaborasi yang nyata di lapangan sangat penting, bukan hanya sekadar komitmen administratif.
“Kolaborasi ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar di atas kertas. Tidak boleh ada ego sektoral yang menghambat percepatan pembangunan,” tegasnya, menekankan perlunya komitmen yang kuat dari semua pihak.
Prinsip Pelaksanaan Proyek
Dalam pelaksanaan proyek, Muhibuddin menegaskan pentingnya menjaga prinsip-prinsip seperti tepat sasaran, tepat anggaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Ia juga mengingatkan agar semua pihak yang terlibat dalam proyek ini menjaga integritas.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat, terutama dalam proses pembebasan lahan. Komunikasi yang baik dengan masyarakat adat dan nagari sangat diperlukan,” tambahnya.
Perlindungan Masyarakat dan Proses Pembebasan Lahan
Keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh cara pemerintah daerah berinteraksi dengan masyarakat. “Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses ini,” ungkap Muhibuddin, mengingatkan perlunya pendekatan yang sensitif terhadap hak-hak masyarakat.
Aspek Teknis Pembangunan Tol
Dari sisi teknis, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa proyek Tol Padang-Pekanbaru telah direncanakan sejak tahun 2005 dan merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera. Beberapa ruas, seperti Pekanbaru-Bangkinang, sudah beroperasi, sementara ruas lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk penyusunan dokumen dan peninjauan desain.
Untuk ruas Bukittinggi-Sicincin, saat ini PT Hutama Karya sedang melakukan persiapan, mulai dari studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (AMDAL), hingga proses pembebasan lahan.
Pentingnya Percepatan Proyek
Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro, mengingatkan bahwa percepatan proyek sangat krusial. Penundaan dapat meningkatkan biaya dan mengurangi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menetapkan penanggung jawab (PIC) dan menyusun timeline yang jelas agar proyek dapat diselesaikan sesuai target.
- Percepatan pembangunan ruas tol sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi.
- Dukungan dari semua pihak diperlukan untuk mengatasi kendala.
- Prinsip pelaksanaan proyek harus mengedepankan kepentingan masyarakat.
- Kemudahan akses transportasi akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Kolaborasi nyata di lapangan lebih penting daripada sekadar komitmen administratif.
Dengan semua langkah ini, diharapkan pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.




