Bulog Gunungsitoli Distribusikan Bantuan Beras dan Migor ke Kepulauan Nias pada Februari-Maret

Dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan, Bulog Cabang Gunungsitoli telah melakukan peningkatan signifikan dalam penyaluran bantuan berupa beras dan minyak goreng atau migor ke wilayah kepulauan Nias. M.Khoiruddin selaku pimpinan cabang Bulog Gunungsitoli mengungkapkan bahwa volume bantuan pangan tahun ini telah meningkat sebesar 40 persen, dari sebelumnya 1.600 ton menjadi 2.300 ton.
Penyaluran Bantuan Pangan
Penyaluran bantuan ini telah dimulai sejak minggu lalu dan ditargetkan untuk segera terealisasi di empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias. Dalam setiap bulan, Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan mendapatkan alokasi 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Untuk alokasi dua bulan (Februari-Maret), masing-masing penerima memperoleh total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Rincian Penyaluran Bantuan Pangan
Berikut ini adalah rincian penyaluran bantuan pangan di wilayah Kepulauan Nias:
- Kota Gunungsitoli: 18.344 PBP menerima 366.880 kg beras dan 73.376 liter migor
- Kabupaten Nias: 20.653 PBP menerima 413.060 kg beras dan 82.612 liter migor
- Kabupaten Nias Barat: 15.346 PBP menerima 306.920 kg beras dan 61.384 liter migor
- Kabupaten Nias Selatan: 42.011 PBP menerima 840.220 kg beras dan 168.044 liter migor
- Kabupaten Nias Utara: 22.524 PBP menerima 450.480 kg beras dan 90.096 liter migor
Ketersediaan Stok Pangan
Menjelang Idulfitri, Bulog Cabang Gunungsitoli menjamin ketersediaan stok pangan yang aman untuk dua bulan ke depan. Saat ini, tersedia beras medium sekitar 1.131 ton dan beras premium sebanyak 55 ton. Selain itu, terdapat tambahan pasokan dalam perjalanan sebanyak 2.000 ton dari DKI Jakarta. Stok minyak goreng premium tercatat sebanyak 22.762 liter dan Minyakita 152.666 liter. Sementara itu, stok jagung mencapai 76 ton dan gula sebanyak 18 ton.
Khoiruddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying di tengah situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Pemerintah telah memastikan stok pangan nasional cukup hingga sekitar 320 hari ke depan. Bulog memiliki cadangan stok sebanyak 3,3 juta ton dan tengah melakukan pengadaan untuk mencapai target 4 juta ton hingga akhir 2026 guna mendukung swasembada pangan. Khoiruddin juga memastikan harga beras SPHP tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 13.100 per kg atau Rp 65.500 per kemasan 5 kg, dengan harga beli Rp 11.300 per kg.